Irjen Djoko Dituntut 18 Tahun Penjara

Posted on August 28, 2013

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Djoko Susilo dengan hukuman 18 tahun penjara. Selain hukuman penjara, jaksa juga meminta agar Djoko diharuskan membayar denda sebesar Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila tidak bisa membayar maka bisa diganti dengan pidana satu tahun kurungan. Jaksa meyakini bahwa jenderal bintang dua tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan serangkaian perbuatan tindak pidana korupsi maupun tindak pidana pencucian uang.

”Menuntut meminta agar majelis hakim menyatakan terdakwa Djoko Susilo telah terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan perbuatan pidana berkelanjutan sesuai dengan dakwaan pertama primer, kedua serta ketiga,” ujar jaksa Pulung Rinandoro saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (20/8) malam kemarin.

Selain hukuman penjara, jaksa juga meminta agar Djoko membayar uang pengganti sebesar Rp 32 miliar karena dinilai terbukti menguntungkan diri sendiri dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat uji simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) kendaraan roda dua dan empat di Korps Lalu Lintas Lintas Polri tahun anggaran 2011. Pambayaran uang tersebut, menurut jaksa, harus dibayarkan dalam jangka waktu satu bulan setelah perkara kasusnya telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Apabila tidak bisa membayar, maka seluruh harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti yang harus dibayarkan. Namun, jika semuanya tidak dapat dipenuhi oleh Djoko, maka harus diganti dengan pidana lima tahun penjara.

Selain membayar uang pengganti, dalam sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Suhartoyo, jaksa juga menuntut agar Djoko dihapuskan hak politiknya untuk menduduki jabatan publik. Dalam analisis yuridisnya, jaksa meyakini bahwa jenderal bintang dua tersebut terbukti melakukan perbuatan melawan hukum berupa penyalahgunaan wewenang memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang memperkaya diri terdakwa sebesar Rp 32 miliar sesuai dengan dakwaan pertama primer. ”Dakwaan kesatu primer terbukti sehingga tidak perlu membuktikan dakwaan kesatu subsider,” terang jaksa Lucky Dwi Nugroho.

Sementara itu ,terkait pasal tentang tindak pidana pencucian uang sesuai dengan dakwaan kedua pertama dan ketiga, jaksa juga meyakini bahwa terdakwa Djoko Susilo telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum melakukan tindak pidana pencucian uang, melakukan atau turut serta melakukan perbarengan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri, sehingga merupakan beberapa kejahatan, berupa perbuatan yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaannya. ”Berdasarkan keterangan-keterangan saksi, ahli, surat dokumen dan keterangan terdakwa, semua transaksi tidak diatasnamakan nama terdakwa, tetapi atas nama orang lain antra lain Mahdiana, Eva Handayani, Sugiono, Dipta Anindita, Joko Yuwono,” kata jaksa. (wnd)